Pengabdian tanpa batas bukan sekedar slogan, tetapi menjadi roh yang menggerakkan seluruh aktivitas di Kodiklatad,   suatu lembaga strategis sekaligus jantungnya TNI Angkatan Darat yang berperan dalam pembinaan doktrin, pendidikan dan latihan TNI AD,  nilai pengabdian terwujud melalui disiplin, dedikasi serta integritas yang dijunjung tinggi oleh setiap personel.

Penghargaan terhadap negara menjadi fondasi utama dalam suatu pengabdian. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan upacara bendera yang berjalan dengan tertib dan khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa serta para pahlawan yang telah berjuang. Melalui momen itu, tertanam rasa cinta tanah air dan komitmen menjaga semangat kepahlawanan di setiap pribadi prajurit dan PNS..

Semangat disiplin juga harus selalu dipelihara, diantaranya melalui pelaksanaan apel rutin yang dilaksanakan setiap hari. Apel merupakan sarana pengecekan kesiapan personel, penyampaian informasi serta penegakan nilai-nilai kedisiplinan. Lebih dari itu, apel mencerminkan soliditas dan kesiapsiagaan satuan dalam melaksanakan berbagai tugas negara.

Dalam menjalankan tugas, setiap personel dituntut menunjukkan komitmen total, baik dalam tugas pokok maupun tugas harian, tugas penunjang, hingga tugas tambahan. Di titik inilah pentingnya self development atau pengembangan diri menjadi sebuah keharusan. Dunia militer yang semakin modern menuntut setiap prajurit dan PNS memiliki bukan hanya kemampuan fisik yang tangguh, tetapi juga wawasan yang luas, kecakapan teknologi, pola pikir adaptif serta kecerdasan dalam membaca dinamika tugas. Melalui latihan berkelanjutan, pembelajaran mandiri serta komitmen meningkatkan profesionalisme, setiap personel menunjukkan bahwa pengabdian bukan sekadar menjalankan perintah, tetapi kesiapan mengembangkan diri demi menjawab tantangan masa depan.

Selain pengembangan diri, setiap prajurit juga harus memiliki personal branding yang kuat. Personal branding seorang prajurit TNI AD tidak dibangun dari pencitraan semata, tetapi melekat melalui sikap dan perilaku sehari-hari yang selalu berkomitmen pada Sapta Marga, terikat pada Sumpah Prajurit  serta senantiasa berdedikasi menjalankan 8 Wajib TNI. Identitas inilah yang menunjukkan jati diri prajurit yang profesional, berkarakter dan dapat menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya. Melalui personal branding yang positif dan konsisten, marwah prajurit TNI AD dan kehormatan satuan akan tercermin dengan sendirinya.

Pengabdian tanpa batas juga harus diwujudkan melalui integritas pribadi maupun satuan. Komitmen untuk tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun menjadi prinsip yang harus selalu dijaga seluruh personel Kodiklatad. Salah satu bentuk ketegasan tersebut adalah kewajiban menghindari judi online, yang saat ini menjadi ancaman serius bagi disiplin dan mental prajurit. Judi online membawa banyak kerugian, mulai dari merusak konsentrasi dan keuangan, memicu kecanduan, menghancurkan keharmonisan keluarga hingga mengakibatkan pelanggaran kedinasan yang berdampak pada karier prajurit dan PNS. Oleh karena itu menghindari Judi online merupakan bagian penting dari menjaga kehormatan diri, keluarga  dan Satuan.

Untuk  mendapatkan berbagai keberhasilan tersebut, tentunya personel Kodiklatad harus melaksanakan tugas secara profesional tanpa menuntut pengakuan. Seperti pepatah Jawa yang mengatakan “rame ing gawe, sepi ing pamrih” yang  menggambarkan sikap selalu berkarya, tetapi tidak mengharapkan imbalan. Personel Militer dan PNS harus menjalankan tugas sehari-hari dengan ketulusan yang menjadi pilar penting keberhasilan satuan. Pengabdian dalam diam ini menjadi bukti bahwa kekuatan besar sering lahir dari keikhlasan dalam bekerja.

Tentunya tidak hanya itu, loyalitas kepada institusi dan negara harus terus menyala dalam diri setiap Personel Militer dan PNS Kodiklatad. Semua harus bekerja dalam kebersamaan menghadapi dinamika tugas, memberikan kontribusi terbaik demi terwujudnya tugas pokok Kodiklatad. Pengabdian tidak dibatasi oleh waktu, situasi atau jabatan, tetapi mengalir dari tekad menjaga marwah Profesionalisme.

Seluruh dedikasi tersebut bermuara pada satu tujuan besar yaitu mewujudkan prajurit TNI AD yang profesional, adaptif dan berkarakter. Melalui semangat pengabdian tanpa batas, Kodiklatad harus menjadi motor penggerak pembinaan prajurit masa depan demi menjaga kehormatan TNI AD dan kejayaan bangsa Indonesia.

 

 

(Penerangan Kodiklatad)