Cimahi. Guna meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahaya ular serta cara penanganannya, anggota Spabanter Sdirum Kodiklatad, Peltu Dwi Susilo selaku pembina Pemerhati Satwa Indonesia, memberikan sosialisasi penanganan bahaya ular kepada para siswa SMAN 3 Cimahi, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri Wakil Kepala Sekolah, para guru serta seluruh siswa tersebut bertujuan memberikan edukasi dan pemahaman mengenai potensi bahaya ular, langkah-langkah pencegahan serta cara penanganan yang tepat apabila berhadapan dengan ular. Selain menambah wawasan, sosialisasi ini juga dikemas secara interaktif sehingga menjadi sarana pembelajaran yang menarik dan menghibur bagi para peserta.

Dalam pemaparannya, Peltu Dwi Susilo menjelaskan bahwa wilayah Bandung dan Cimahi masih dikelilingi kawasan hijau serta perbukitan yang menjadi habitat alami berbagai jenis ular. Kondisi tersebut menyebabkan kemungkinan masyarakat bertemu dengan ular masih cukup tinggi. Oleh karena itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai cara menghindari pertemuan dengan ular, tindakan yang harus dilakukan apabila menjumpai ular, hingga langkah pertolongan pertama yang benar apabila terjadi gigitan ular.

Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi potensi bahaya ular, sehingga mampu bertindak dengan tenang, tepat dan tidak panik. Edukasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan diri sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga keseimbangan ekosistem dengan tidak melakukan tindakan yang membahayakan satwa liar secara sembarangan.

 

(Penerangan Kodiklatad)