Bandung. TNI AD secara serius terus mengikuti perkembangan lingkungan strategis global maupun kawasan termasuk dampaknya pada strategi pertahanan nasional jangka panjang. Komandan Kodiklat TNI AD Letnan Jenderal TNI AM Putranto, S,Sos. bertindak selaku pengarah memimpin rapat penyiapan Konsep Postur TNI AD, Implementasi Pertahanan Pulau Besar 2045. Diskusi Penyiapan Konsep Sishankamrata ini merupakan program Kementerian Pertahanan yang dilaksanakan sejak tanggal 26 April 2021 sampai dengan 7 Juni 2021, bertempat di ruang Ganesha Makodiklatad. Jumat (7/5/2021).


Dalam arahannya Dankodiklatad menyampaikan bahwa perkembangan teknologi di dunia telah mempengaruhi keberadaan sistem alutsista militer di dunia tidak terkecuali TNI AD, menyikapi hal ini ada dua hal yang harus menjadi pemikiran TNI AD. Pertama, memasuki era revolusi industri 4.0, setiap kegiatan lebih banyak menggunakan sistem elektronik dari pada manusia, ini akan mempengaruhi postur organisasi itu sendiri. Yang kedua dalam divisi tempur tidak perlu malu untuk membandingkan rencana konsep masa depan dengan dengan konsep terdahulu, “Sebenarnya sebagian konsep terdahulu sudah cukup bagus dengan yang terjadi saat ini, sehingga dalam membuat konsep strategis ini harus lebih baik dan tidak boleh sembarangan. Diperlukan ide, gagasan dan masukan yang komprehensif untuk mendapatkan sebuah konsep yang dapat diterapkan hingga tahun 2045”, tegasnya.


Waasrena Bidang Pengendalian Brigjen TNI Adisura Firdaus Tarigan, Bertindak sebagai pemapar yang menyampaikan tentang pokok-pokok kebijakan Hukum Pertahanan Negara dan Strategis Pertahanan Negara termasuk konsep Strategi Pembinaan Postur TNI AD dan Konsep Strategi Penggunaan postur TNI AD.

Turut hadir Danpussenif, Wadan Kodiklatad, Inspektur, para Danpussen jajaran Kodiklatad, Wadanpusterad, perwakilan Puspenerbad, para Direktur Kodiklatad dan tim Pokja.

(Penerangan Kodiklatad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *