Jakarta. Latihan Taktis Antar Kecabangan BTP 13 merupakan latihan puncak di lingkungan TNI AD TA. 2021 yang pelaksanaannya dikemas dalam bentuk Latihan Taktis dengan pasukan dan menggunakan metode dril tempur. Komandan Kodiklatad, Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos. sebagai Komandan Latihan memaparkan Rencana Garis Besar (RGB) Latancab BTP 13 TA 2021 “Kartika Yudha” kepada Kasad, Jenderal TNI Andika Perkasa di Ruang Bina Yudha 2, Mabesad. Jumat (15/10/2021)



 

Tujuan dari paparan ini adalah untuk memberikan gambaran kepada Pimpinan Umum Latihan yaitu Kasad, tentang Garis Besar Penyelenggaraan Latihan serta guna mendapatkan persetujuan, keputusan ataupun arahan dari Kasad tentang penyelenggaraan latihan dimaksud.



 

Mengawali kegiatan, Dankodiklatad menyampaikan beberapa pointers di antaranya beberapa perbedaan BTP 13 dengan Latancab BTP 9 yang dilaksanakan pada tahun 2020 lalu dimana pada tahun ini BTP 13 akan melibatkan operasi Linud oleh Yonif PR 305/17/1 Kostrad, penggunaan jembatan Amphibious Ponton M3 oleh Yonzipur 9/1 Kostrad, penerjunan bekal menggunakan pesawat Cassa TNI AD dan evakuasi udara menggunakan teknik hoist.

 

Selanjutnya Dirlat Kodiklatad, Brigjen TNI Haryanto, S.I.P., M.Tr (Han) sebagai Ka Wasdal Latihan memaparkan RGB Latihan yang diawali dengan penyampaian urgensi latihan yaitu untuk memperoleh data kemampuan tempur BTP Brigif R-13/1/K dalam operasi serangan maupun pertahanan, melaksanakan uji coba doktrin lapangan BTP, melatih sinergitas dan interoperabilitas antar kecabangan dan juga sebagai upaya untuk memperoleh evaluasi latihan guna peningkatan operasi satuan TNI AD.

 

Latihan yang mengusung tema “Brigade Tim Pertempuran 13 Melaksanakan Operasi Militer Untuk Perang di Wilayah Sumbagsel Dalam Rangka Operasi Penindakan Kogasratgab” ini direncanakan dengan memperhatikan evaluasi pelaksanaan BTP TA. 2020 dan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan tempur tingkat perorangan s.d. satuan tingkat Brigade dan kerja sama antar satuan/kecabangan dalam wadah BTP melalui penyelenggaraan operasi tempur.

 

Lattis BTP 13 yang akan diikuti oleh 2.905 orang prajurit satuan tempur, banpur dan banmin Divisi 1 Kostrad ini dibagi menjadi dua tahap yaitu Latihan Posko I yang diselenggarakan pada tanggal 25 s.d. 29 Oktober 2021 di Mabrigif R-13/1 K di Tasikmalaya dilanjutkan dengan pergeseran pasukan guna melaksanakan latihan dril tempur yang akan diselenggarakan pada tanggal 11 s.d. 26 November 2021 di Pusat Latihan Tempur Kodiklatad Baturaja. Latihan puncak ini akan melibatkan sejumlah alutsista yang dimiliki oleh TNI AD di antaranya Tank Leopard, Amphibious Ponton M3, MLRS Astros dan Meriam Caesar, Misil Mistral, Helikopter AH-64 Apache dan Pesawat Cassa TNI AD selain itu juga akan digunakan Battle Management System pada saat pelaksanaan Latihan Posko I.

 

Paparan RGB Lattis BTP 13 mendapat apresiasi dari Kasad khususnya kepada Dankodiklatad atas ketelitian dan kecermatannya sampai dengan mengecek langsung kemampuan dan batas kemampuan pasukan, alutsista dan materil yang akan dikerahkan dalam latihan. “Saya minta para Komandan Satuan di jajaran TNI AD harus melakukan hal yang sama, sehingga bukan hanya menguasai hal-hal strategis namun juga turun ke lapangan untuk menguasai teknis sesuai bidangnya masing-masing”, ujarnya.

 

Selanjutnya Kasad memerintahkan agar skala latihan operasional Amphibious Ponton M3 ditingkatkan karena kemampuan penggunaan alutsista ini sangat bermanfaat bukan hanya dalam Operasi Militer Perang melainkan juga Operasi Militer Selain Perang. Di tengah-tengah karakteristik geografis kepulauan Indonesia yang dilintasi banyak aliran sungai dan seringnya terjadi bencana alam di tanah air, Amphibious Ponton M3 akan sangat berguna untuk membantu pelaksanaan tugas TNI AD.

 

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakasad, Irjenad, Koorsahli Kasad, Danpussenif Kodiklatad, para Kabalakpus TNI AD, Danjen Kopassus, Pangdam II/Swj, Pangdivif-1/K dan para Asisten Kasad.

 

(Penerangan Kodiklatad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *