Revisi Kurikulum Pendidikan Cetak Prajurit Profesional

Bandung. Pendidikan merupakan pilar utama dalam membentuk SDM Prajurit TNI AD agar memiliki kualitas yang memenuhi kriteria prajurit profesional sesuai bidangnya. Bertempat di Ruang Rapat Ganesha Kodiklatad, Dankodiklatad, Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos., memimpin langsung Rapat Uji Teori II Penyusunan Kurikulum Pendidikan Pelatih Terjun Bebas Militer, Revisi Kurikulum Pendidikan Jump Master dan Revisi Kurikulum Pendidikan Perwira Kendaraan TA. 2020, Selasa (30/6/2020).

Dalam sambutannya Dankodiklatad menyampaikan Penyusunan Kurdik Tih TBM dan Revisi Kurdik Jump Master dilatarbelakangi  dengan adanya kebijakan pimpinan di bidang pendidikan dan adanya tuntutan profesionalisme dalam operasi khusus. 

Putranto menambahkan banyaknya pelatih yang  pensiun dan pindah satuan yang mengharuskan peremajaan dan kader pelatih TBM sehingga dapat menunjang kegiatan pelatihan maupun tugas operasi. “Sekolah terjun memang perlu perhatian khusus karena dibutuhkan seorang pelatih profesional terkait tugas-tugas operasi khusus yang akan dihadapi”, ujarnya.

Selain itu terkait dengan Revisi Kurikulum Dikparan, Putranto menyampaikan penting bagi Perwira Kendaraan memiliki kepekaan terhadap setiap perkembangan yang terjadi terhadap tingkat bahaya yang ditimbulkan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Penyusunan Kurdik Pelatih TBM dan Revisi Kurdik Jump Master dititik beratkan pada perubahan 11 elemen program pendidikan. Pada materi pembekalan perlu diadakan pembenahan untuk menjaga validitas materi pelajaran. Hal ini perlu disesuaikan dengan menggunakan referensi terbaru baik dari segi aspek pengetahuan, keterampilan serta aspek jasmani. 

Untuk revisi Kurikulum Dikparan perlu dilakukan perubahan karena banyaknya alutsista baru seperti kendaraan berupa ranpur serta adanya petunjuk teknis yang terkait dengan kurikulum pendidikan yang terbaru. (Penerangan Kodiklatad)