Kasad berharap Ton Tangkas dapat dijadikan momentum melakukan evaluasi dan implementasi sistem pembinaan satuan secara utuh dan terintegratif dari seluruh aspek Binsat. PDF Print E-mail

                                     1

     Bandung. Bertempat di Lapangan Yudha Wastu Pramuka Pusdikif Pussenif Kodiklat Angkatan Darat, Cipatat, kembali digelar Lomba Peleton Tangkas TNI AD Tahun 2018 dan bertindak sebagai Irup Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaeman.(30/4/2018). 

     Lomba Peleton Tangkas  Tahun 2018 ini diikuti oleh 17 Kotama yang terdiri dari 15 Kodam dan 2 Divisi Infanteri Kostrad. Materi yang dilombakan meliputi tujuh materi perlombaan yaitu Kesegaran Jasmani “A”; Renang Militer,  Lintas medan,  Menembak pistol dan senapan,  Ilmu Medan (teori dan aplikasi), HTF, dan  Halang Rintang

    Dalam amanatnya disampaikan, sebagaimana yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya, dengan tujuan untuk mengevaluasi hasil pembinan latihan satuan sekaligus untuk mengukur standar kemampuan perorangan prajurit, lomba Ton Tangkas telah dijadikan sebagai agenda rutin dan menjadi bagian dari sistem pembinaan satuan TNI AD.

    Namun demikian, sesuai dengan hasil evaluasi, penyelenggaraan Ton Tangkas mulai tahun ini hanya akan dilaksanakan sekali dalam setahun serta terdapat perubahan dalam cara penilaian dan penentuan peringkat pemenang. Pada dasarnya, beberapa perubahan tersebut, semata-mata ditujukan agar para Dansat dapat menerapkan pembinaan di satuannya secara optimal, baik untuk menjamin kesiapan operasional satuan maupun untuk menghadapi Ton Tangkas pada periode berikutnya.

      Ditegaskan Kasad, Sebagai institusi yang dinamis, TNI AD harus menyikapi perubahan sebagai suatu keniscayaan, dimana TNI AD harus senantiasa membangun sistem yang adaptif sesuai kekinian namun dapat berlaku secara universal dan terstandarisasi. Demikian pula halnya dengan penyelenggaraan Ton Tangkas ini, TNI AD  harus mampu membangun sistem evaluasi yang paling oyektif dan baku.

     Dalam Amanatnya, Kasad juga mengingatkan, dalam menghadapi kompleksitas tantangan tugas yang sangat dinamis,membutuhkan kesemestaan, soliditas dan sinergitas satuan yang tinggi. Untuk mewujudkan hal tersebut tentu tidak mudah dan instan, karena TNI AD  juga harus mampu membangun prajurit yang memiliki kemampuan yang sama atau standar melalui proses pembinaan yang bertahap, bertingkat dan berkelanjutan.

 Tema pada Lomba Peleton Tangkas 2018 ini "Melalui Lomba Peleton Tangkas, Kita Tingkatkan Kualitas Pembinaan Satuan Jajaran  TNI AD Untuk Mewujudkan Prajurit Yang Profesional, Andal, Berjiwa Ksatria dan Bermoral,”

 Kasad Jenderal TNI Mulyono  menekankan  kepada para pimpinan maupun komandan satuan, agar lebih peduli dan kreatif dalam menata kembali program latihan di satuan jajarannya.

“Kita harus ingat, kepercayaan publik maupun  pemerintah kepada kita, harus dipertanggungjawabkan dalam bentuk kesiapan operasional satuan dan profesionalisme keprajuritan. Ini penting, karena sebagaimana yang saya sampaikan pada Apel Dansat lalu, kecanggihan Alutsista dan berbagai perlengkapan yang kita miliki, pada dasarnya hanya penunjang dalam menjamin terlaksananya tugas pokok secara efektif dan efisien. Demikian juga sebagai prajurit profesional, kita tidak boleh lengah dan melupakan kemampuan dasar keprajuritan yaitu berdisiplin tinggi, jago perang, jago tembak, jago beladiri dan memiliki fisik yang prima,” Tegas Jenderal TNI Mulyono.

       Sesuai visi  Roadmap bidang personel 2015-2019 yaitu membangun personel TNI AD yang profesional dan unggul,  Kasad Jenderal TNI Mulyono  berharap kegiatan Ton Tangkas ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan implementasi sistem pembinaan satuan secara utuh dan terintegratif dari seluruh aspek Binsat.(Penkodiklatad)

 

 

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Valid XHTML | Template Design LernVid.com and ah-68