Struktur Organisasi PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 12 October 2010 21:03

1. Pimpinan

   Pada awal berdirinya Kodiklat TNI AD dipimpin oleh seorang Perwira Tinggi berpangkat Mayor Jenderal, dan pada perkembangan selanjutnya dipimpin Perwira Tinggi berpangkat Letnan Jenderal. Dalam rangka peningkatan peran dan kualitas tugas Kodiklat TNI Angkatan Darat, perlu dilaksanakan penataan dan penyesuaian kepangkatan unsur Pimpinan Kodiklat TNI Angktan Darat. Berdasarkan Keputusan Menhankam Panglima TNI Nomor Kep/12/P/IX/1999 tanggal 8 September 19999 bahwa Komandan Kodiklat TNI Angkatan Darat dijabat oleh Perwira Tinggi Bintang tiga, Wadan Kodiklat TNI Angkatan Darat dijabat oleh Perwira Tinggi Bintang Dua, Direktur dan Sekretaris Kodiklat TNI Angkatan Darat dijabat oleh Perwira Tinggi bintang satu.


Adapun para Perwira Tinggi yang pernah menjabat sebagai Dankodiklat TNI AD tersebut adalah sebagai berikut :

a. Mayor Jenderal TNI AM. Hendropriyono dari tanggal 2 Nopember 1994 sampai dengan 15 September 1996

b. Mayor Jenderal TNI Achfas Mufti dari tanggal 15 September 1996 sampai dengan 16 Juli 1997

c. Mayor Jenderal TNI Luhut B. Panjaitan dari tanggal 16 Juli 1997 sampai dengan 1 Oktober 1998

d. Lentan Jenderal TNI Sumardi dari tanggal 1 Oktober 1998 sampai dengan 16 Juni 2000

e. Letnan Jenderal TNI Amir Sembiring dari tanggal 16 Juni 2000 sampai dengan 17 Oktober 2001

f. Letnan Jenderal TNI Syahrir MS dari tanggal 17 Oktober 2001 sampai dengan 24 Juli 2002

g. Letnan Jenderal TNI Darsono dari tanggal 24 Juli 2002 sampai dengan 9 Juni 2003

h. Letnan Jenderal TNI Hadi Waluyo dari tanggal 9 Juni 2003 sampai dengan 5 Nopember 2004

i. Letnan Jenderal TNI Cornel Simbolon dari tanggal 5 Nopember 2004 sampai dengan 29 Oktober 2007

j. Letnan Jenderal TNI Bambang Darmono dari tanggal 29 Oktober 2007 sampai dengan 17 Oktober 2008

k. Letnan Jenderal TNI Syaiful Rizal psc, S.IP dari tanggal 17 Oktober 2008 sampai dengan 21 Juni 2010

l. Letnan Jenderal TNI Budiman dari tanggal 21 Juni 2010 sampai dengan 26 April 2011

m. Letnan Jenderal TNI Marciano Norman dari tanggal 26 April 2011 sampai dengan 18 Oktober 2011

n. Letnan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dari tanggal 18 Oktober 2011 sampai dengan 3 Juni 2013

0. Letnan Jenderal TNI Lodewijk F Paulus dari tanggal 3 Juni 2013 sampai dengan sekarang



2. Personel

    Sebagai Badan Pelaksana di tingkat Pusat Kodiklat TNI AD bertugas membantu Pimpinan TNI AD dalam melaksanakan Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan sehingga diperlukan tenaga-tenaga yang profesional di bidangnya, anggota Makodiklat TNI AD pada awalnya adalah anggota gabungan dari personel Pusbindik dan personel Pusbangsisops, pada waktu itu Pusbindik berkedudukan di Bandung (Kodiklat TNI AD sekarang) sedangkan Pusbangsisops berkedudukan di Cimahi. Pada saat dibentuk Kodiklat TNI AD Pusbindik dan Pusbangsisops dilebur menjadi satu maka personel Pusbangsisops yang berada di Cimahi pindah ke Bandung, pada waktu itu Pusbindik dipimpin oleh seorang Perwira Tinggi berpangkat Mayor Jenderal dan Pusbangsisops dipimpin seorang Perwira Tinggi berpangkat Brigadir Jenderal, pada saat Pusbindik dan Pusbangsisops dilebur menjadi satu, Komandan Pusbindik Mayor Jenderal TNI Sarmono W, memasuki masa pensiun sehingga yang menjadi Komandan Kodiklat TNI AD pertama kali Mayor Jenderal TNI AM. Hendropriyono yang sebelumnya menjabat Pangdam Jaya sedangkan untuk wakilnya dari Pusbangsisops Brigjen TNI Ilyas Yusuf.


3. Material

markaz

Gedung Makodiklat TNI AD mempunyai ciri khas yaitu tulisan yang menonjol "Jaarbeurs" atau Annual Trade Fair, yang kalau diterjemahkan : Bursa dagang tahunan. Tiada lain merupakan suatu acara/pameran yang mulai diadakan pada tahun 1920 pada bulan Juni sampai Juli atas prakarasa Comite tot Behartiging van Bandoeng's Belangen (Komite guna mengurus kota Bandung) yang pada tahun 1920 berubah namanya menjadi Bandoeng Vooruit (Bandung maju). Jaarbeurs dibuka oleh Walikota Bandung saat itu - B. Coops yang juga sebagai pemrakarsa. Dari tahun 1920 sampai 1924 Jaarbeurs dilaksanakan di area sebelah Selatan lapangan olah raga Nederland Indie Athletiek Unie - NIAU, yang sekarang dikenal sebagai Gelora Saparua, dalam bentuk bangunan-bangunan semi permanen. Baru pada tahun 1925 gedung utama Jaarbeurs selesai dibangun oleh arsitek yang banyak mewarnai kota Bandung baheula dengan karya-karyanya Schoemaker bersaudara. Gedung di jalan Aceh ini bergaya art deco dengan tiga patung torso Atlas bugil di bagian atapnya dan tulisan Jaarbeurs di bagian bawah. Patung-patung ini pernah ditutup untuk waktu yang lama karena dianggap melanggar kesopanan, namun sekarang telah dibuka kembali. Suasana Jaarbeurs sungguh amat meriah. Selain tersedia panggung-panggung pertunjukan, juga terdapat stand-stand yang menempati bangunan-bangunan semi permanen untuk mempromosikan berbagai produk industri dan perkebunan dari Bandung. Kegiatan ini sekaligus menjadi promosi pariwisata Bandung saat itu. Pengunjung bukan hanya masyarakat Bandung saja. Bahkan wisatawan dan pengusaha dari daerah lain dan manca negara banyak yang datang. Sehingga hotel-hotel dan villa-villa di Bandung kebanjiran tamu. Menurut cerita, seniman yang juga pahlawan nasional : Ismail Marzuki ketemu jodohnya Eulis Zuraidah, di arena Jaarbeurs ini. Sepintas gedung yang sekarang menjadi gedung MAKODIKLAT TNI-AD ini terlihat mirip dengan gedung Merdeka di jalan Asia Afrika, hal ini tentu tidak aneh, karena arsiteknyapun sama, Schoemaker juga. Acara bursa dagang tahunan ini berakhir pada tahun 1941 karena pada tahun 1942 Jepang keburu masuk Indonesia. Sayangnya setelah kemerdekaan acara ini tidak dilanjutkan kembali.

   Sedangkan yang pertama menggunakan gedung Jaarbeurs setelah jaman kemerdekaan yaitu dari satuan Kologdam Siliwangi sehingga masyarakat sampai sekarangpun lebih mengenal gedung Makodiklat dengan nama Kologdam selanjutnya penggunaan diteruskan oleh Ajendam Siliwangi dimana pada saat itu dijadikan sebagai tempat untuk pemuda-pemuda khususnya yang berada di wilayah Bandung yang ingin mendaftar untuk mengabdi menjadi anggota TNI, pada perkembangan selanjutnya Ajendam pindah sehingga penggunaannya diteruskan oleh Pusbindik yang mana sebagai cikal bakal Kodiklat TNI AD.


4. Organisasi

      Setelah dilaksanakan alih Kodal beberapa kali baik dari Pusdik-Pusdik ke Kodiklat maupun dari Kodiklat ke Puscabfung, maka struktur Organisasi Kodiklat TNI Angkatan Darat terdiri dari :


a. Eselon Pimpinan, terdiri dari :

   1) Komandan

   2) Wadan



b. Eselon Pembantu Pimpinan, terdiri dari :

   1) Staf Direktur Pembina Doktrin.

   2) Staf Direktur Pembina Pendidikan.

   3) Staf Direktur Pembina Latihan.

   4) Staf Sekretaris.

   5) Staf Inspektorat.


c. Eselon Pelayanan, terdiri dari :

   1) Tuud Sekretariat

   2) Denma

   3) Kesehatan

   4) Ajen

   5) Infolahta

   6) Denjasa

   7) Dopusalin


d. Eselon Pelaksana, terdiri dari :

   1) Pussenif yang membawahi Pusdikif

   2) Pussenkav yang membawahi Pusdikkav

   3) Pussenarmed yang membawahi Pusdikarmed

   4) Pussenarhanud yang membawahi Pusdikarhanud

   5) Puslatpur

   6) Pussimpur

   7) Pusdikpengmilum.

   8) Pusdikjas

   9) Pusdikkowad

   10) Pusdikpom

   11) Pusdikpal

   12) Pusdikhub

   13) Pusdikbekang

   14) Pusdikajen

   15) Pusdikku

   16) Pusdikzi

   17) Pusdiktop

   18) Pusdikum

   19) Pusdikkes

  20) Pusdikintel

   21) Lemjiantek


5. Pendidikan dan Latihan

    Dalam rangka meningkatkan Profesionalisme Prajurit, Kodiklat TNI AD melaksanakan pembinaan personel secara terus menerus dengan berbagai upaya melalui pendidikan dan pelatihan. Personel Kodiklat TNI AD diantaranya diikutkan melaksanakan pendidikan-pendidikan yang dilaksanakan oleh Kodiklat TNI AD sebagai pembina pendidikan dan latihan seperti kursus-kursus dan pendidikan lainnya. Dalam bidang latihan Kodiklat TNI AD dilaksanakan oleh Denma Kodiklat TNI AD meliputi kegiatan Minggu Militer serta latihan satuan sesuai program.


6. Pembinaan Jiwa Korsa.

       Dalam rangka mempererat ikatan tali silaturahmi dan membangun kebersamaan serta menumbuhkan kecintaan terhadap satuan, Kodiklat TNI AD mengadakan Tradisi Satuan yang diberlakukan bagi para Perwira yang baru masuk satuan maupun Perwira yang meninggalkan satuan, Kodiklat TNI AD. Dalam tradisi tersebut diadakan acara penciuman Pataka Kodiklat TNI AD (Eka Wika Yudha Cakti), hal ini merupakan suatu upaya untuk mengenang sekaligus menjiwai dan memaknai nilai-nilai kebesaran yang dimiliki oleh Kodiklat TNI AD.

Last Updated on Wednesday, 31 July 2013 20:27
 
KODIKLAT 2013