Dankodiklatad ikuti Teleconference dengan Kasad tentang pencegahan Covid-19

Bandung. Kedekatan TNI AD dengan masyarakat membuat Kasad selaku pimpinan TNI AD memberikan kebijakan pembangunan Laboratorium PCR pendeteksi Covid-19 di berbagai Rumah Sakit dibawah jajaran TNI AD. Hal ini terungkap dalam teleconference KASAD beserta seluruh jajaran  RSPAD, Kazidam dan Kakesdam yang terkait, yang diikuti pula oleh Dankodiklatad, Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos beserta pejabat Kodiklat TNI AD lainnya bertempat di Ruang Ganesha 3, Makodiklatad, Rabu (8/7/2020).

Kasad, Jenderal TNI Andika Perkasa menyebutkan bahwa TNI AD mendukung penuh pemerintah dalam upaya penanggulangan wabah Covid-19. Hal ini dapat terlihat dari penelitian terapi plasma darah di RSPAD Gatot Subroto telah menunjukkan hasil yang baik. Selanjutnya juga sebanyak 15 Lab PCR di Rumah Sakit jajaran TNI AD sedang dibangun pada tahap pertama ini, guna membantu percepatan screening Covid-19 yang dilengkapi dengan berbagai alat medis seperti Hepa Filter dan ruang tekanan udara negatif. Kedepannya pihak TNI AD akan mendukung penelitian vaksin Covid-19 sehingga dapat menghasilkan hasil uji klinis yang baik.

Sementara itu di jajaran Kodiklatad sendiri, telah disiapkan tenaga medis yang tersebar di seluruh jajaran Pussen dan Pusdik guna melaksanakan pengawasan dan monitoring guna melaksanakan pencegahan penyebaran Covid-19 di satuan jajaran Kodiklatad. Selain itu Dankodiklatad juga telah memberikan penekanan bahwa di masa new normal ini, personel Kodiklatad tetap melaksanakan protokol kesehatan serta menjaga diri dengan makanan bergizi dan berolahraga. (Penerangan Kodiklatad)

Read More
Kodiklatad Gelar Rekonsiliasi Internal Satker Jajaran Kodiklatad Semester I TA 2020

Bandung. Kodiklat TNI AD menggelar rekonsiliasi internal Satker dalam rangka penyusunan laporan keuangan Satker Makodiklatad Semester I TA 2020 yang berlangsung di Gedung Moh. Toha. Paban Renproggar  Kodiklatad, Kolonel Inf Totok Sutriono, S.Sos mewakili Direktur Perencanaan Brigjen TNI  Aang Gunawan, S.Sos. membuka langsung kegiatan tersebut. Rabu (8/7/2020)

Dalam sambutan Dirren Kodiklatad yang dibacakan Paban Renproggar menyampaikan rekonsiliasi internal merupakan prosedur awal penyusunan laporan keuangan yang melibatkan unsur-unsur perencanaan Satker, bendahara pengeluaran Satker dan petugas pengelola data SIMAK BMN.

Dirren menambahkan dengan Rekonsiliasi ini diharapkan menghasilkan akurasi data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan mampu mengungkapkan seluruh transaksi keuangan maupun barang secara komprehensif dan akurat.

Sementara itu Mayor Cku (K) Lilik Udiyanti, S.E selaku pengawas dari Kupus II Ditkuad,  dalam kesempatan ini memberikan penjelasan  teknis kegiatan Rekonsiliasi Internal Satker dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Satker Makodiklatad Semester I TA 2020.

Kegiatan ini dihadiri Paku Kodiklatad, Staf Akuntansi Satker dan operator Saiba Ku Satker Makodiklatad dan Para pejabat anggaran dan operator SIMAK BMN jajaran Kodiklatad. (Penerangan Kodiklatad)

Read More
Wakasad Hadiri Pembekalan Capaja Akademi TNI dan Akpol 2020

Jakarta. Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Moch. Fachrudin, menghadiri acara pembekalan Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri oleh Presiden RI Joko Widodo, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto serta Kapolri Jenderal Polisi  Idham Aziz. Acara pembekalan digelar di Gedung Bhineka Eka Bhakti, Mako Akademi TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2020). 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Nefra Firdaus, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Kadispenad mengatakan bahwa 457 Capaja TNI dan 293 Capaja Polri menerima pembekalan yang diberikan oleh Kapolri, dilanjutkan pembekalan oleh Panglima TNI, dan terakhir, pembekalan inti dari Presiden RI, Joko Widodo. Pembekalan dari Presiden diberikan secara virtual dari Istana Negara.        
            
"Rangkaian Praspa TNI – POLRI salah satunya pembekalan yang dilaksanakan dalam rangka memberikan bekal bagi Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, guna memberikan wawasan pemikiran dalam menghadapi dinamika pengabdian kepada bangsa dan negara di era milenium. Pembekalan ini dilaksanakan menjelang pelantikan Capaja TNI-POLRI yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2020 melalui video conference di Istana Negara dengan menghadirkan peraih Adhi Makayasa dan perwakilan penyumpahan,” jelas Nefra.

Lebih lanjut, Nefra mengurai inti pembekalan dari Kapolri, yaitu seputar sinergitas TNI-Polri, yang diharapkan selalu mengkristal dalam pemikiran, perilaku dan tindakan, sebagai modal dasar dalam pengabdian setelah Prasetya Perwira (Praspa).

“Kita sebagai garda terdepan dan pilar utama dalam menjaga NKRI, dalam meniti karier harus menuju proses. Yang pertama, harus bertanggung jawab kepada diri sendiri, institusi dan kepada Tuhan. Yang kedua, selalu disiplin dan kerja keras. Yang ketiga, harus punya komitmen dan integritas sebagai modal dasar perwira,” ujar Nefra mengutip pesan dari Kapolri kepada Capaja.

Sedangkan inti pembekalan dari Panglima TNI adalah mengenai bagaimana menjadi pemimpin yang sigap dan melek teknologi. Dikatakan Hadi bahwa dalam pendidikan di Akademi Capaja sudah diberikan bekal bagaimana menjadi pemimpin, materi disiplin untuk diri pribadi maupun kedinasan. Hadi juga mengatakan bahwa Perwira adalah pemimpin yang jika dihadapkan pada keadaan genting dalam situasi apapun, harus bisa membuat keputusan dengan cepat dan tepat.

“Oleh karena itu, jangan berhenti berfikir. Karena generasi Milenial harus mampu menguasai teknologi. Domain perang modern adalah cyber dan internet of things. Sedangkan ancaman yang sedang dihadapi saat ini adalah ancaman biologi yaitu Covid-19 yang merusak tatanan kehidupan dunia dan ekonomi dunia,” pesan Hadi.

Tak lupa Hadi juga menitipkan empat pesannya kepada Capaja. Yang pertama, agar para Capaja membulatkan tekad untuk memberikan yang terbaik terhadap bangsa dan negara. Yang kedua agar para Capaja TNI senantiasa memelihara idealisme TNI sebagai motivasi dalam mengemban tugas dan loyalitas yang lurus. Ketiga, agar Capaja menjaga soliditas dan sinergitas TNI-Polri, serta komponen bangsa, dalam menghadapi ancaman dan tantangan bangsa. Serta keempat, Capaja diharapkan mampu mengembangkan potensi diri dan adaptasi di lingkungan tugasnya nanti.

“Selanjutnya, tunjukkan prestasi sebagai perwira muda yang tangguh dan disiplin. Terakhir, ingat untuk mencapai cita-cita, harus diperoleh dengan perjuangan dan pengorbanan,” tandas Hadi.

Sementara dalam pembekalan puncak oleh Presiden RI, Joko Widodo menyoroti tentang dinamika dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia belakangan ini. Mulai dari teknologi militer yang kian canggih, persenjataan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI), serta tantangan cyber. Untuk menghadapi itu semua, presiden berpesan agar para Capaja Akademi TNI dan Polri 2020 dapat terus konsisten berpegang teguh pada ideologi negara.

“Para calon Perwira TNI dan Polri, saya ingatkan, saudara-saudara harus konsisten pada ideologi negara, Pancasila, NKRI, memiliki jiwa kesatria dan optimis pada kemajuan bangsa,” ujar Joko Widodo.

Tak lupa, Presiden juga berpesan agar para Capaja dapat merawat semangat persatuan dan kesatuan, serta memberikan pelayanan terbaik terhadap rakyat.

“TNI dan Polri harus selalu bersatu dalam menghadapi ancaman dan tantangan bangsa ke depan. Jangan lupa terhadap dukungan dan doa dari orang tua saudara-saudara semua. Beliau telah membesarkan dengan penuh kasih sayang dan bekerja keras untuk menjadikan saudara menjadi perwira,” lanjut Jokowi memotivasi para Capaja TNI-Polri.

Usai pembekalan Presiden, Panglima TNI menyampaikan dalam konferensi pers, bahwa pelantikan resmi akan dilaksanakan tanggal 14 Juli 2020 nanti di Istana negara. Pelaksanaannya akan dilakukan secara daring, hanya penerima penghargaan Adhi Makayasa dan perwakilan Perwira yang akan disumpah saja yang akan hadir. Sementara sisanya mengikuti acara secara virtual.

Menanggapi pertanyaan wartawan tentang harapan ke depan, Panglima TNI menyampaikan bahwa para Capaja harus mampu menguasai pengetahuan dan teknologi, karena ancaman era modern adalah cyber, biologi dan kesenjangan. Menurutnya, palagan peperangan modern adalah yang ada di genggaman kita sendiri. Di akhir tanya jawabnya dengan wartawan, Hadi mengatakan bahwa para Perwira Muda ini nantinya tidak langsung tugas, melainkan melaksanakan pendidikan spesialisasi dahulu, sebelum benar-benar terjun dalam kedinasan. (Dispenad)

Read More